Menjembatani AI dan Kepakaran Medis
Lahir dari riset Program Kreativitas Mahasiswa (PKM-RE), Axara hadir sebagai komitmen untuk menyelamatkan generasi masa depan melalui deteksi Fetal Growth Restriction (FGR) yang transparan dan dapat diandalkan.
Mengapa FGR Menjadi Prioritas?
Fetal Growth Restriction (FGR) adalah kondisi di mana janin gagal mencapai potensi pertumbuhan biologisnya, yang dapat berujung pada komplikasi persalinan hingga peningkatan mortalitas perinatal. Sayangnya, diagnosis awal seringkali kompleks karena melibatkan interaksi multiparameter dari riwayat klinis sang ibu.
Berangkat dari kekhawatiran ini, tim peneliti kami yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM-RE)dari Universitas Teknologi Yogyakarta memprakarsai proyek Axara. Kami melihat celah di mana Kecerdasan Buatan (AI) tradisional sering bertindak layaknya "kotak hitam" (black-box) yang sulit dipercaya secara klinis.
"Axara tidak dirancang untuk menggantikan dokter, melainkan sebagai kacamata komputasi tingkat tinggi (Explainable AI) yang menyoroti faktor risiko tersembunyi dengan transparansi matematis yang bisa dipertanggungjawabkan."

Tiga Pilar Nilai Axara
Kami merancang arsitektur ini dengan memegang teguh prinsip etika medis dan keandalan data.
Transparansi Mutlak
Melalui integrasi SHAP, tidak ada lagi model komputasi yang tersembunyi. Setiap keputusan klinis dapat diurai menjadi rasionalitas medis yang bisa dibaca dan dievaluasi.
Presisi Analitik
Dibangun dengan fondasi Deep Neural Network yang dilatih khusus menggunakan metrik persalinan terstandardisasi untuk menjamin akurasi peringatan dini feto-maternal.
Kolaborasi Medis
Axara bukan pengganti diagnosis. Kami mendedikasikan sistem ini untuk memperkuat second opinion dokter, menghemat waktu evaluasi manual, dan meningkatkan outcome klinis.
Terhubung dengan Visi Kami?
Kenali lebih dekat mahasiswa di balik riset PKM-RE ini atau uji coba langsung keandalan analitik prediktif Axara pada lingkungan Anda.